Menyambut Ramadhan dengan memperbanyak Ibadah

Alhamdulillah, segala puji syukur tercurah kepada Allah Azza wa jalla, yang telah memberikan kenikmatan dengan mempertemukan kembali dengan bulan mulia, yakni bulan suci Ramadhan. Para ulama salaf terdahulu mempersiapkan datangnya bulan Ramadhan jauh-jauh hari, bahkan disebutkan mereka mempersiapkan bulan Ramadhan 6 bulan sebelum datangnya bulan Ramadhan. Sedangkan kita? Hmmm… mungkin saja kita lupa untuk melakukan persiapan dalam menyambut Ramadhan.

Diantara orang-orang sholeh terdahulu mempersiapkan datangnya bulan Ramadhan sebaik mungkin. Yaitu dengan berdoa kepada Allah ” Ya Allah, pertemukanlan diriku dengan bulan Ramadhan”. Mereka sangat menunggu-nunggu datangnya bulan ini, karena begitu besarnya fadhilah bulan ini.

Diantara kita mungkin masih menganggap bulan Ramdhan biasa-biasa saja, sehingga kita tidak mempersiapkannya dengan maksimal. Harusnya kita mempersiapkan lebih baik lagi. Apalagi dosa-dosa terlampau banyak. Maka sudah selayaknya kita memperbanyak ibadah dan memperbanyak memohon ampun kepada Allah.

 

Iklan

Kompetisi

Saya jadi merasa hidup ini seperti kompetisi.

dimana-mana semua orang berlomba-lomba untuk mencapai ambisi.

ada yang menang, ada yang kalah.

yang menang bangga. yang menang bahagia

yang kalah galau, ada pula yang risau

ada yang tak terima dengan kekalahan, kemudian protes

Kompetisi, perlombaan, persaingan… inilah dunia

kompetisi dalam perkara dunia, saling menjatuhkan, tidak fair

kompetisi dalam perkara dunia, memperebutkan sesuatu yang hina, namun banyak orang yang suka

kompetisi dalam masalah akhirat, tak semua orang berminat

mana yang lebih berharga? Dunia atau akhirat?

Kalau masalah dunia semua orang mati-matian, unggul-unggulan, selalu ingin menjadi yang terdepan, selalu ingin menjadi pemenang

Kalau masalah akhirat, no komen..

pikir aja sendiri

-Anton Arizal-